Langsung ke konten utama

Tips untuk Memilih Media BK yang Tepat

Hai! Saat ini, pemilihan media BK (Bimbingan dan Konseling) menjadi semakin penting dalam memberikan dukungan dan panduan bagi individu. Dalam blog ini, kita akan membahas apa yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media BK yang tepat. Stay tune! Temukan Dukungan yang Kamu Butuhkan! Apa yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan Media BK oleh seorang Konselor ? 1. Pertimbangkan Jenis Media: Ada berbagai jenis media yang digunakan dalam BK, termasuk media tulis, media audio, media visual, dan media digital. Ketika memilih media BK, pertimbangkan preferensi dan gaya belajarmu. Apakah kamu lebih suka membaca informasi tertulis, mendengarkan panduan audio, atau melihat visualisasi konsep? Pilih media yang sesuai dengan gaya belajar dan memungkinkanmu untuk memahami informasi dengan lebih baik. 2. Evaluasi Kualitas Konten: Kualitas konten sangat penting dalam memilih media BK yang tepat. Pastikan konten yang disampaikan melalui media tersebut memiliki keakuratan informasi, kebermanfaatan, ...

Makalah Ke-PGRI-an

Dasar, Landasan dan Tujuan PGRI



Hai, Sobat Pembelajar! Siapa di sini yang penasaran dengan Dasar, Landasan, dan Tujuan PGRI? Jika kamu adalah seorang guru atau calon guru yang ingin menggali lebih dalam tentang organisasi yang mengayomi kita semua ini, kamu berada di tempat yang tepat! Dalam blog kali ini, kita akan menjelajahi segala hal yang menarik seputar PGRI dari Anggaran Dasar, Landasan, dan Tujuan PGRI yang mungkin belum kamu ketahui sebelumnya. Berikut Makalah Ke PGRI an di bawah ini !


PENDAHULUAN

AD / ART PGRI

Dalam pembukaan AD/ART PGRI alinea ke 4 bahwa PGRI beserta seluruh anggotanya secara mewujudkan pengabdiannya melalui pembinaan profesi guru dan tenaga kependidikan lainnya, membina serta mengembangkan pendidikan dan kebudayaan bagi pembangunan Indonesia dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Berarti dituturkan mempertimbangkan dasar keputusan itu terhadap nilai-nilai luhur dan pedoman pandangan kehidupan bernegara yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945. Bagaimanapun upaya mewujudkan suatu tujuan, maksud dan makna dari suatu kegiatan atau keputusan organisasi selalu berdasarkan pertimbangan kesepahaman yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945.

Menurut Arni Muhammad (2009) karakter atau watak atau sifat-sifat organisasi adalah sbb:

  1. Dinamis, artinya selalu menghadapi tantangan sehingga terjadi perubahan-perubahan.

  2. Memerlukan informasi dan menimbulkan komunikasi sesama orang yang terlibat dalam organisasi atau dari luar organisasi.

  3. Adanya tujuan dan struktur organisasi.

Tujuan organisasi harus dipahami oleh semua anggota organisasi. Tujuan tsb bervariasi dan diterima oleh setiap individu dalam organisası itu.

Sedangkan struktur organisasi adalah aturan-aturan, undang-undang dan hirarki hubungan dalam organisasi. Dari karakteristik organisasi ini maka seseorang yang menjadi anggota suatu organisasi harus memahami dahulu apa motivasinya ia memasuki organisasi dan bagaimana tujuan organisasi itu.

Sebagai anggota organisasi akan selalu memaklumi bagaimana sifat atau jenis organisasi yang dimasukinya itu apakah organisasi profesi atau organisasi bisnis atau perkumpulan sekedar kumpul-kumpul saja tanpa adanya suatu identitas tentang organisasinya.

Seperti berorganisasi dalam PGRI berarti para anggotanya akan memahami bentuk dan jenis organisasinya kemana arah tujuan organisasinya jelas. Semuanya tercantum dalam peraturan organisasi yang disebut dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PGRI. Sebagai identitasnya adalah sebagai örganisasi profesi, perjuangan dan ketenagakerjaan.

Menurut Prof. Dr. Hj. Arni Muhammad (2009) bahwa konsep tujuan organisasi adalah yang paling penting dan sangat kontroversial dalam mempelajari organisasi.

Ahli analisis komunikasi organisasi mengatakan bahwa tujuan sangat diperlukan dalam memahami organisasi. Tujuan merupakan suatu titik sentral petunjuk dalam menganalisis organisasi. Tujuan dibatasi sebagai suatu konsepsi akhir yang diingini atau kondisi yang diusahakan anggota untuk mempengaruhinya melalui penampilan aktifitas tugas-tugas organisasi mereka.

Berarti setiap organisasi harus memiliki tujuan organisasi tersendiri sesuai dengan AD/ART nya. Kemudian Pancasila dan UUD 1945 juga dijadikan tempat berpijak atau menjadikannya sebagai sumber pemikiran dan sumber dalam mewujudkan sikap dan penampilan organisasi di tengah-tengah masyarakat umum. Sehingga apapun ruang gerak dan penampilan organisasi mencerminkan dasar-dasar dan landasan yang bersumber dari Pancasila dan UUD 1945.

Rumusan Masalah

  1. Apa dasar PGRI?

  2. Apa landasan dari PGRI?

  3. Apa tujuan dari PGRI?

Tujuan Penulisan

  1. Mengetahui dasar PGRI

  2. Mengetahui landasan PGRI

  3. Mengetahui tujuan dari PGRI


PEMBAHASAN

Dasar Organisasi PGRI

Sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar PGRI pada Bab II, pasal 2 bahwa PGRI berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945;

Berdasarkan hasil keputusan Kongres XX PGRI ditetapkan azas atau dasar PGRI sbb:

  1. Pancasila dan UUD Pancasila dan UUD 1945 : memiliki kejuangan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

  2. Unitaristik : tidak membedakan anggota, semua dipandang sama, dalam satu kesatuan organisasi.

  3. Independen : berprinsip mandiri dan kerjasama berdasarkan kemitrasejajaran.

  4. Profesional : organisasi yang menjunjung tinggi profesionalitas dan peningkatan mutu secara berkelanjutan.

  5. Non Partai Politik : bukan partai politik, bukan bagian dari partai politik, dan memberikan kebebasan kepada anggota berpolitik, tanpa meninggalkan azas dan jatidiri PGRI.

  6. Kejuangan : berjuang sebagai pengemban amanat Pancasila, cita cita proklamasi, semangat nilai-nilai 1945 dan bertanggung jawab.

  7. Kebermanfaatan : bermanfaat bagi anggota,masyarakat, Negara dan organisasi tanpa merugikan pihak lain.

  8. Kebersamaan dan kekeluargaan : menumbuhkan sikap saling menghargai, memahami, menghormati, tenggang rasa, serta konsekwen dalam menegakkan kebenaran dan keluhuran moral.

  9. Kesetiakawanan sosial : menurnbuhkan simpati, empati, kepekaan dan solidaritas sosial terhadap anggota dan masyarakat.

  10. Katerbukaan : menumbuhkan sikap terbuka, rasa memiliki, mawas diri, partisipasi, tanggung jawab, kepercayaan, menghindari kecurigaan dan meningkatkan kepedulian

  11. Keterpaduan dan Kemitiraan : mengembangkan sikap kemitraan yang saling menguntungkan, saling membantu dan bekerja sama.

  12. Demokrasi : menghargai nilai-niiai luhur Pancasila, nilai-nilai universal, kemanusiaan dan keadilan, kebenaran serta perbedaan pendapat.

Landasan kegiatan PGRI dapat kita lihat dalam fasal 4 AD/ARTD PGRI ayat 2, yaitu: PGRI memiliki dan melandasi kegiatannya pada semangat demokrasi, kekeluargaan, keterbukaan dan tanggung jawab etika, moral serta hukum.


Landasan PGRI

Adapun mengenai landasan kegiatan PGRI dapat kita lihat dalam fasal 4 AD/ARTB PGRI ayat 2, yaitu: PGRI memiliki dan melandasi kegiatannya pada semangat demokrasi, kekeluargaan, keterbukaan dan tanggung jawab etika, moral serta hukum.Jati diri PGRI memiliki dasar yang dalam dan kokoh. Dengan dasar yang kokoh itu jati diri PGRI menjadi landasan filosofi yang kuat bagi PGRI dalam mengembangkan misi sebagai organisasi perjuangan organisasi profesi, organisasi ketenagakerjaan. Dasar-dasar jati diri PGRI, meliputi :

1) Dasar Historis

PGRI berdasar hakekat kelahirannya merupakan bagian dari perjuangan dalam merebut, menegakkan, menyelamatkan dan mempertahankan kemerdekaan Negara kesatuan republik Indonesia 17 agustus 1945 yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945

2) Dasar Idiologis-politis

Secara Idiologis-politik, pgri berkewajiban untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan melalui pembangunan nasional dibidang pendidikan serta terikat dengan pelaksanaan pancasila dan undang-undang dasar 1945 secara murni dan konsekwensi.

3) Dasar Sosiologi dan Iptek

Dalam pengabdiannya, pgri selalu bersifat responsive, adaptif, inovatif, dan selektif terhadap keadaan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan teknologi.


Tujuan PGRI

Sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar PGRI Bab VII, pasal 8: bahwa tujuan PGRI adalah sbb:

  1. Mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

  2. Berperan serta aktif mencapai tujuan nasional dalam mencerdaskan bangsa dan membentuk manusia Indonesia seutuhnya.

  3. Berperan serta mengembangkan system dan pelaksanaan pendidikan nasional.

  4. Mempertinggi kesadaran dan sikap guru, meningkatkan mutu dan kemampuan profesi guru dan tenaga kependidikan lainnya.

  5. Menjaga, memelihara, memperjuangkan, membela serta meningkatkan harkat dan martabat guru dan tenaga kependidikan melalui peningkatan kesejahteraan serta solidaritas anggota.

Dengan demikian kita memahami maksud dan tujuan organisasi PGRI sebagai organisasi guru dan tenaga kependidikan serta bagi keluarganya dan masyarakat pada umumnya, bahwa PGRI memang mempunyai tujuan yang berarti bagi guru dan bermanfaat sekali.

PGRI senantiasa bertujuan untuk meningkatkan kemampuan profesi, kesejahteraan dan bermartabat. Membangkitkan semangat berprofesi dalam tugasnya menumbuhkan kesetiakawanan dan solidaritas sesama guru, baik nasional maupun internasional. PGRI membawa guru ke dalam pergaulan yang kompak sesana guru dan tenaga kependidikan dan menimbulkan solidaritas yang kuat dan berkualitas.

Satu orang guru diganggu atau diinjak-injak harga dirinya maka semua guru akan merasakan pula dan tersentak menampilkan rasa solidaritas yang tinggi sesama guru dan diupayakan dalam perjuangan organisasi sehingga guru bersatu dan berseru untuk memperjuangkan hak-hak perlindungannya dan semua bergerak untuk menuntut dan memberikan dukungan moral demi terwujudnya harga diri yang bermatabat dengan dukungan organisasi yang kuat.

Begitulah jika sekiranya guru-guru dan tenaga kependidikan menyadari keberadaannya sebagai anggota organisasi PGRI. Tanpa dukungan rasa solidaritas dan dukungan organisasi yang kuat dan berkualitas maka guru sering dlilecehkan secara individu oleh pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebaliknya jika guru dan tenaga kependidikan menyadari kekompakannya dalam organisasi maka mereka akan kuat, bermatabat dan sepakat sesuai dengan kekuatan dan kaidah-kaidah perjuangan organisasi.

Lanjut Halaman Berikutnya : Klik disini

#PGRI #MakalahPGRI

Komentar

Bacaan Lainnya

Bimbingan Konseling di Sekolah

Bimbingan konseling di sekolah itu kayak gardu listrik buat support perkembangan dan kebahagiaan kita, nggak cuma soal belajar, tapi juga soal hidup. Jadi begini, bayangin aja, kamu lagi jalan di hutan belantara yang namanya sekolah. Nah, tiba-tiba kamu nyasar, bingung mau ke mana. Si konselor di sekolah itu kayak pemandu yang bawa peta, bantu kita temuin jalan yang bener dan bantu kita selamat dari misteri kehidupan Mereka tuh gak cuma ada saat lagi krisis aja, lho. Konselor juga bisa jadi temen curhat kalo lagi down, bisa jadi motivator buat ngejar mimpi-mimpi, atau bisa kasih saran buat masalah sehari-hari, kayak gimana caranya ngatasi stres ujian atau masalah teman. Peran dan Fungsi Bimbingan Konseling di Sekolah Emang apasih peran dan fungsi bimbingan konseling di sekolah itu ? Sini aku jelasin: Jadi Sahabat Curhat: Konselor di sekolah itu kayak sahabat curhat yang siap dengerin cerita kita, baik yang seneng atau yang sedih. Mereka nggak cuma dengerin, tapi juga bisa kasih saran ...

4 Tips Memilih Layanan Konseling Psikologi yang Tepat

Halo, teman-teman! Sudah pada tahu belum!? bahwa memilih layanan konseling psikologi itu penting banget buat menjaga kesejahteraan mental kita?  So, jika kamu lagi mencari bantuan dan ingin mendapatkan konseling psikologi yang sesuai dengan kebutuhanmu, tenang aja! Di blog ini, kita akan beritahu kamu tips-tips keren dan santai tentang cara memilih layanan konseling psikologi yang cocok buat kamu. Jenis-Jenis Masalah yang Umum Dihadapi Beberapa jenis masalah umum yang sering dihadapi, seperti kecemasan, depresi, dan stres: 1. Kecemasan : Siapa yang tidak kenal dengan si perasa 'kecemasan' ini? Kecemasan adalah teman yang sering mampir tanpa diundang ke dalam pikiran kita. Ini adalah perasaan gugup, gelisah, dan takut yang dapat muncul dalam situasi yang menekan atau bahkan tanpa alasan yang jelas. Misalnya, kamu mungkin merasa cemas menjelang presentasi di depan umum atau dalam situasi sosial yang baru. Kecemasan juga bisa terjadi secara terus-menerus dan mengganggu keseharianm...

Tips Marketing Bagi Konselor

  Hai, selamat datang di artikel blog kami dengan judul "Tips Marketing Bagi Konselor"! Jika kamu seorang konselor yang ingin mengembangkan bisnismu, artikel ini cocok banget buatmu. Kami akan berbagi tips-tips marketing yang efektif untuk membantu kamu menjangkau lebih banyak klien dan memperluas jangkauan layananmu. Jadi, siap-siap deh buat melangkah ke dunia marketing yang menarik ini! Berikan Pengalaman Yang Memuaskan Kepada Klien Sangat penting bagi konselor untuk dapat memberikan pengalaman yang memuaskan kepada klien mereka. Ini nih alasannya kenapa: 1. Klien perlu merasa didengarkan: Dengarkanlah klienmu dengan sepenuh hati. Berikan perhatian penuh saat klien berbicara dan tunjukkan rasa empati. Dengan mendengarkan secara aktif, klien akan merasa dihargai dan percaya bahwa kamu benar-benar peduli dengan masalah mereka. Ketika klien datang mencari bantuan, mereka butuh ruang aman untuk berbicara dan merasa didengarkan. Sebagai konselor, tugas kita adalah bener-bener ny...

MAKALAH TEKNIK PEMILIHAN MEDIA BK

TEKNIK PEMILIHAN MEDIA BK Ilustrasi : Aplikasi Smart BK PENDAHULUAN Pada hakikatnya, tenaga bimbingan konseling dituntun untuk memberikan fasilitas yang mampu menampung semua permasalahan yang terjadi pada sasaran klien/peserta didik. Inilah sebabnya kenapa Media Bimbingan Konseling tak luput dalam pelaksanaan layanan Bimbingan Konseling dimanapun berada. Seorang tenaga bimbingan konseling juga memiliki kepekaan dalam berinteraksi, berkomunikasi, dan apresiasi untuk dapat lebih dekat dengan klien nantinya. Pemilihan media bimbingan konseling menjadi acuan yang menentukan tingkat keberhasilan pelaksanaan layanan yang akan diberikan. Dilihat dari pengadaan media pembelajaran, dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu media yang sudah tersedia di lingkungan sekolah atau tersedia di pasaran, dalam hal ini media dirancang secara khusus oleh perusahaan tertentu sesuai dengan kurikulum yang berlaku diproduksi secara massal, dan biasanya harganya relatif murah sehingga guru dengan mudah da...